Langsung ke konten utama

Sembilan Elemen Jurnalisme

Didalam buku ini dijelasakan Elemen-elemen apa saja yang terdapat di dalam jurnalisme.
Elemen yang pertama menurut Kovach dan Rosenstiel, adalah kebenaran. Kebenaran itu sendiri sebenarnya membingungkan masyarakat. Di dalam menciptakan kebenaran sebagai seorang jurnalis berarti harus bisa sesuai dengan prosedur dan sebuah proses. Karena masyarakat kita tidak akan langsung pervaya, dan mau percaya dengan semua berita yagn di tampilkan oleh semua wartawan ataupun jurnalis, dan kebenaran itu di sebut kebenaran fungsional. Tidak hanya itu , menurut Kovach dan Rosenstiel, kebenaran pun bisa di ubah atau di revisi, seperti halnya di dalam persidangan, maka dari itu jika semakin banyak hal yang bisa menguatkan suatu fakta, semakin akurat pula kebenaran yang di berikan kepada masyarakat oleh seorang jurnalis. Selain itu juga dalam mencipatakan suatu kebenaran yang di percaya oleh masyarakat memerluka waktu yang cukup lama.
            Elemen yang kedua menurut Kovach dan Rosenstiel, diterangkan dengan bertanya, “Kepada siapa wartawan harus menempatkan loyalitasnya? Pada perusahaannya? Pada pembacanya? Atau pada masyarakat?”. Pertanyaan ini saat itu sangat berpengaruh besar terhadap semua wartawan tentang tujuan mereka pada umumnya, atau bisa dikatakan tujuan suatu perusahaan. Karena dari hasil riset yang ada kebanyakan suatu perusahaan media lebih mementingkan kemauan masyarakat di bandingkan memberikan suatu informasi yang memiliki nilai jual dan di butuhkan maasyarakat. Perushaan kebanyak memikirkan keuntungan yang mereka dapatkan dibandingkan dengan isi dari pesan tersebut. Padahal, sebagai seorang jurnalis kita harus befikir secara rasional, dan lebih mengutamakan berita yang akan di berikan yang memberikan manfaat kepada masyarakat. . Dalam bisnis media ada sebuah segitiga. Sisi pertama adalah pembaca, pemirsa, atau pendengar. Sisi kedua adalah pemasang iklan. Sisi ketiga adalah warga (citizens). Maka dari itu sebaiknya, suatu perusahaan media memikirkan apa yang terbaik dan kulitas yang terbaik dari berita di bandingkan dengan memenuhi kebutuhan lainnya.
            Elemen yang ke tiga menurut Konvach dan Rosenstiel, Mereka mengatakan esensi dari jurnalisme adalah disiplin dalam melakukan verifikasi. Maksud dari disiplin dalam melakukan verivikasi adlah dimana seorang jurnalis harus bisa menyaring berbgai informasi baik itu dari segi kesehatan, gosip, politik, hiburan dan pendidikan. Inilah yang membedakan antara seorang jurnalis dalam menulis pesan dibandingkan dengan pencari informasi yang lainnya. Di dalam berita seorang jurnalis membentuknya dengan meberikan sesuatu informasi yang berguna bagi masyarakat, bisa terlihat menarik dan juga bisa tidak. Kemudian di dalam sebuah berita sangat jarang untuk menampilkan sebuah fiksi, karena berita yang di buat oleh seorang jurnalis lebih dari kea rah fakta, karena nantinya itu yang akan membentuk opini public dan memberikan pemikiran baru kepada setiap masyarakat yang mendapatkan berita tersebut. Dari paparan di atara Konvach dan Rosentiel menciptakan banyak konsep tentang menciptakan suatu kebenaran dan melakukan verifikasi tersebut. Kemudian mereka menambahkan juga metode yang kongkrit dalam melakukan verifikasi itu. Pertama, penyuntingan secara skeptic, Kedua, memeriksa akurasi, Ketiga, jangan berasumsi, Metode keempat, pengecekan fakta ala Tom French.
            Elemen ke empat menurut Konvanch dan Rosentiel adalah  independensi. Independesndsi sendiri tecipta menjadi salah satu dari elemen jurnalistik adalah Karen sebagai seorang wartawan kita memilikihak untuk memberikan opini, namun tiak dalam kolom berita melainkan kolom komentar, karena wartawan juga manusia. Dinisalh seorang wartawan diuji dimana mereka harus menciptakan suatu berita dari sudut pandang dirinya namun dia juga harus bersikap adil dan bijak dalam menentukan kebenaran suatu berita tersebut. Walaupun,dari latar belakang yang berbeda. Dengan adanya perbedaan latar belakang tersebutlah menciptakan kualitas informasi dan juga berita dengan gaya bahasa dan penulisan yang beragam.
            Elemen kelima menurut Konvanch dan Rosentiel adalah memantau kekuasaan dan menyambung lidah mereka yang tertindas. Itu adalah tugas dari seorang wartawan dan seorang jurnalis, karena mereka harus secara tidak langsung memantau kekuasaan negara, dan secara tidak langsung pula mereka berusaha mempertahakan NKRI. Seorang jurnalis harus bisa mendapatkanberita yang memang benar adanya, salah satunya dengan melakukan kegiatan reporting. Seorang wartawan yang melakukan tindakan investigasi ini pada umumnya berita yang di sampaikan akan mengalami kecenderungan yang berat antara satu belah pihak dan seorang jurnalis harus bisa menghadapi itu.
            Elemen keenam menurut Konvanch  dan Rosentiel adalah  sebagai forum public. Didalam suatu pemerintahan, pastinya nantikan aka nada yang namanya forum public. Forum ini biasanya di adakan oleh pemertintahan ketika terjadinya banyak keluhan dari masyarakat yang akhirnya seorang pemimpin negara harus menyelesaikannya lewat forum dengan para petinggi negara yang mengurus tentang hal itu dan biasanya kegiatan ini pun di lakukan secara terbuka untuk wartawan karena wartawanlah yang nantinya akan lebih mengemas berita hasil forum public tersebut. Zaman sekarang media sudah banyak tersebar, disini tinggal seorang wartawan saja bagaimana ia bisa mengolah berita dan informasi yang di sampaikan dalam forum tersebut sehingga memberikan mafaat kepada masyarakat karena beita tersebut.
            Elemen ke tujuh menurut Konvanch dan rosentiel adalah bahwa jurnalisme harus memikat sekaligus relevan. Seorang jurnalis dituntut untuk membuat berita yang memikat serta relevan. Sayangnya, masyarakat berfikir jika berita atau informasi yang menarik itu bersifat lucu, sensasional dan penuh dengn artis, begitu pula dengan relevan , menurut mereka berita yang disampikan dengan relevan akan sangat membosankan. Sebenarnya keduanya harus bisa di gabungkan oleh seorang jurnalis. Maka dari itu mereka memerlukan banyak sekali waktu untuk menciptakan suatu berita yang lebih menarik bisa di ambil intinyaoleh masyarakat berbobot dan memiliki nilai manfaat di dalamnya, sehingga tidak hanya berita biasa yang di tampilkan.
            Elemen ke delapan menurut Konvanch dan Rosentiel adalah wartawan menjadikan beritanya proporsional dan komprehensif. Seorang jurnalis di tuntut juga untuk membuat berita yang proporsional dan komperhensif karena banyak sekali hal yang terjadi di lingkungan masyarakat hanya memberikan suatu judul yang ingin menarik perhatian masyarakat sesaat yang tidak akan berlangsung lama, karena beritanya pun tidak berkualitas dan di tampilkan tanpa memperhatikan proposional dan komperhensifnya. Jadi lebih baik, seorang jurnalis dalam keadaan apapun harus mempertimbangkan pembuatan judul, isi materinya agar informasi yang di sampaikan akhirnya menarik perhatian pembaca dan membuat banyak masyarakat tertarik tidak hanya dari sampul luarnya saja namun hingga sampul dalamnya.
            Elemen ke Sembilan menurut Konvanch dan Rosentiel adalah , Dari ruang redaksi hingga ruang direksi, semua wartawan seyogyanya punya pertimbangan pribadi tentang etika dan tanggungjawab sosial. Pastinya dalam pembuatan beita terdapat bnayak orang yang terlibat dalam pembiatan berita tersebut. Nah, dari segi ini biasanya akan banyak perdebadatan terjadi di dalam suatu perusahaan antara atasan dan bawahan tetang berita yang akan di siarkan kepada msayarakat. Disini seorang jurnalis harus bis memikirkan etika yang ia pegang, walauapun pendapatnya berbeda dengan seorang pemimpin contohnya dalam diskusi pemilihan berita, seorang wartawan harus tetap beretika dalam menyampaikan argumennya jika memang menurut merreka berita yang akan di beritakan itu kurang adil di dalam suatu masyarakat dan mempertanggung jawabkan setiap kegiatan yang mereka lalkukan. Terdapat istilah yang sering terdengar di dalam dunia jurnalis “Jurnalisme yang paling baik seringkali muncul ketika ia menentang manajemennya.”

-Mahasiswi Universitas Prof Dr. Moestopo Beragama"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis lagu Dear No One by Tori Kelly

                Apa yang membuat pilihan analisis lagu saya Dear No One ? Apakah lagu ini menarik ? Ya, lagu ini menarik  sehingga saya memilih lagu ini untuk menjadi analisis dari efek media. Kali pertama mendengar lagu ini dinyanyikan oleh salah satu teman saya lewat sosial media. Berarti, jika di hubungkan dengan teori media, itu ada yang namanya third person theory , yang berarti lebih mempercayai pendapat orang lain dari diri sendiri. Karena sebelumnya saya hanya sekedar tahu lagu ini, namun saat teman saya membawakan atau menyanyikan lagu ini kemudian saya lebih meyakinkan bahwa lagu ini bagus dan menarik untuk di dengar lebih lanjut. Jadi, media massa dimanfaatkan pada saat individu lain menyarankan suatu konten di dalam media massa berupa lagu “ Dear No One ” dan kemudian individu lain tertarik untuk mendengarkan lagu tersebut. Kesan pertama yang saya dapatkan dari lagu ini dimana memiliki i...