Langsung ke konten utama

Resume apa itu Media Effect di tinjau dari Media Theories

Kali ini kelompok kami akan memberikan simpulan apa itu media efek dari media teori. Media efek pada umumnya adalah perubahan perilaku manusia yang terjadi setelah mendapatkan informs dari media massa.

Di dalam materi yang memberikan penjelasan mengenai media teori di dalamnya terdapat penjelasan apa itu efek dan teori menarik apa yang terdapat di dalam media teori. Dari hampir sekitar 144 teori maka dalam penjelasan ini di simpulkan bahwa terdapat 12 teori yang menarik.

Didalam masing masing teori dijalaskan bagaimana efek media massa mempengaruhi setiap  individu dalam melakukan tindakannya setelah mendapatkan informasi dari media massa tersebut.

Dari teori kultivasi atau analisis kultivasi atau kultivasi adalah salah satu teori efek kumulatif media massa yang memandang hubungan antara terpaan media massa yaitu televisi terhadap kepercayaan serta sikap khalayak massa tentang dunia di sekitarnya. Sebagai contoh banyak di film yang ditayangkan di televise memperlihatkan tindakan kekerasan. Yang dimana mereka selalu dengan secara berulang ulang menayangkan akan hal tindakan kekerasan, yang dengan tindakan kekerasan itu dapat merubah dari sikap masyarakatnya karena pengaruh dari televise itu sendiri. Hubungan antara teori kultivasi dengan efek media di sini bagaimana yang sudah banyak sekali kita lihat terutama di televise kita bisa lihat yang mana televise itu sendiri sering menayangkan suatu kejadian yang tidak baik,yang dapat mempengaruhi perubahan sikap orang tersebut, dan biasanya efeknya dari media itu berjalan dalam jangka waktu yangsangat panjang.

Dari teori Third Person,  dimana di dalam third person disini mejelaskan bagaimana peran media sangat lah berperan penting, yang bagaimana orang dengan melihat film yang ada di layar kaca atau televisi saja sudah bisa meniru nya, yang dimana dapat merubah dari perilaku orang tersebut selain dapat merubah prilaku dari orang tersebut dapat merubah pula persepsi dari orang tersebut yang dimana awalnya beragumen baik karena dari media itu sidah membuat argument tidak baik maka persepsi dari masyarakat itu akan berubah dan menjadi lebih percaya akan argument dari media yang menjadi orang ketiga itu, hubungan antara teori third person dengan efek media sangat lah memiliki hubungan, yang dimana dapat merubah prilaku seseorang tersebut hanya dengan melihat tayangan di media yang ada.

Dari teori Agenda Setting Teori ini mengatakan bahwa dalam media ada agenda setting yang telah dirancang khusus dalam tujuan tertentu, media bukan mempengaruhi pikiran masyarakat dengan memberitahu apa yang mereka pikirkan dan apa saja ide atau nilai yang mereka miliki, namun memberi tahu hal dan isu apa yang harus dipikirkan. Masyarakat luas cenderung menilai bahwa apa-apa yang disampaikan melalui media massa adalah hal yang memang layak untuk dijadikan isu bersama dan menjadi cakupan ranah publik.Dengan begitu, masyarakat pun menilai apa yang dianggap penting oleh media adalah hal yang penting juga dan memang harus dipikirkan atau minimal mempengaruhi persepsi mereka terhadap hal tersebut.

Dari teori Uses and gratification merupakan teori yang berlandaskan pada dua asumsi, asumsi pertama mengatakan orang-orang cenderung aktif memilih media dan informasi, dan asumsi kedua adalah setiap orang sadar akan motivasi mereka untuk mencari informasi dan hiburan; orang-orang menggunakan motivasi ini sebagai penuntun keaktifan mereka mencari pesan media untuk memuaskan kebutuhannya.Secara umum, pendekatan uses and gratifications adalah sebuah pendekatan untuk memahami mengapa khalayak secara aktif mencari media yang khusus yang dapat memenuhi kebutuhan khalayak. Pendekatan uses and gratifications merupakan salah satu pendekatan untuk memahami komunikasi massa yang berpusat pada khalayak

Dari teori Priming , Teori priming berfokus pada bagaimana suatu set informasi atau stimuli dapat mempengaruhi satu set berikutnya pada memori seseorang. Teori ini merupakan proses dimana media massa berfokus pada sebagian isu dan tidak pada isu lainnya dan dengan demikian mengubah juga standar evaluasi yang digunakan khalayak untuk menilai relaitas social yang dihadapinya). Sebagai contoh adanya kecenderungan untuk meniru adegan-adegan kekerasan yang ditampilkan di media pada orang lain di dunia nyata.

Dari teori cognitive capacity, teori ini menjelaskan bagaimana informasi diterima dan diproses oleh seseorang. ada 3 thapan dalam mencerna informasi, yaitu pengkodean informasi, penyimpanan, dan pemahaman

Dari teori framing menggambarkan kemampuan media untuk memanipulasi intepretasi khalayak terhadap pesan-pesan media yang disampaikan dengan menggunakan fakta-fakta atau pendapat.

Dari teori Feminism ini sebenarnya lebih di jelaskan bahwa adanya perbedaan gender dalam menerima informasi dimana dengan gender laki laki mendominasi permintaan sosial sedang cewe tidak begitu mendominasi. Salah satu campur tangan media massa disini adalah dimana informasi yang di berikan oleh media lebih dominan mengenai hal hal yang berhubungan dengan laki laki. Jadi menciptakan pandangan bahwa laki laki lebih mendominasi permintaan sosial.

Dari teori social learning, menjelaskan bahwa orang mempelajari perilaku dengan melakukan observasi atau penelitian dengan tindakan dari orang lain. Dimana media massa memberikan informasi dari kehidupan di dalam masyarakat tertentu, seperti acara TV yang menggambarkan kehidupan masyarakat di sana. Secara tidak langsung media massa memberikan efek tertentu pada masyarakat yang menyaksikan tayangan tersebut.

Dari teori Elaboration Likelihood, dimana teori ini menjelaskan suatu kemungkinan yang akan terjadi. Jadi media menjalaskan atau amenggambarkan kepada masyarakat  tentang suatu tayangan dan memberikan pesan bahwa hal yang di tampilkan atau infor masi yang di tampilkan itu bisa berkemungkinan terjadi.
                            
Dari teori skema, Skema adalah suatu kerangka kerja kognitif atau konsep yang membantu mengatur dan menginter prestasikan informasi. Skema dapat berguna karena mereka dapat memungkinkan kita untuk mengambil jalan pintas dalam menafsirkan sejumlah besar informasi yang tersedia dilingkungan kita. Namun kerangka mental ini juga menyebabkan kita untuk mengecualikan informasi yang berkaitan dengan hanya berfokus pada hal-hal yang mengkonfirmasi keyakinan kita yang sudah ada sebelumnya 

Dari teori Diffusion of Innovations (difusi pembaharuan) bagaimana informasi disebarkan di masyarakat. Dia datang dengan difusi teori informasi. di mana ia membangun gagasan tentang lazarsfeld dan memperluas gagasan-gagasan tersebut di luar informasi politik yang nyata dan memberikan perhatian khusus pada bagaimana informasi tentang inovasi terutama tentang pertanian dan kesehatan disebarluaskan.


Dari semua bahasan teori di atas , 12 teori  dari 144 teori ini membuktikan bahwa media teori itu sangat mempengaruhi  terjadinya media efek. Dari 12 teori yang menarik ini memiliki 17% pengaruhnya terhadap media efek. Jadi secara tidak langsung media teori ini mempengaruhi terjadinya media efek. Karena di dalam media teori di jelaskan tindakan dan apa yang dilakukan dalam merespon dan menerima informasi ataupun pesan dari media , kemudian bagaimana penyampaian pesan melalui media agar penerima pesan bisa menderimanya. Dari penentuan tindakan yang tepat dari media teori ini maka akan memberikan efek media terhadap penerima pesan.

                Jadi, media efek itu adalah dimana setiap tindakan yang dilakukan media , setiap pemberian pesan dan penyampaian informasi dari media itu merubah perilaku penerima informasinya.  Media efek juga bermacam macam bentuknya, tidak hanya terlihat dari satu kriteria. Media efek itu bisa berupa emosional, tindakan, ucapan, perilaku atau bahkan perubahan pola pikir dari penerima informasi setelah mendapatkan informasi melalui media.Media efek itu terjadi tanpa di sadari secara langsung oleh penerima informasi, yang bisa melihat media efek itu terjadi adalah dominasi yang terjadi di dalam kehidupan  masyarakat. Karena, media massa itu sekarang sangat akrab di kehidupan masyarakat, jadi jika terjadi penerimaan informasi dan merubah perilaku penerima informasi maka akan terlihat dari antusias para penerima informasi di media massa.

                Nama Kelompok :
1.       Ferlly Septiani Youana 2016-41-200
2.       Fransiska Ditha E 2016-41-239
3.       Imelda Ardhia 2016-41-198
4.       Shelma Wulandari 2016-41-167

5.       Diana Novita 2016-41-001

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis lagu Dear No One by Tori Kelly

                Apa yang membuat pilihan analisis lagu saya Dear No One ? Apakah lagu ini menarik ? Ya, lagu ini menarik  sehingga saya memilih lagu ini untuk menjadi analisis dari efek media. Kali pertama mendengar lagu ini dinyanyikan oleh salah satu teman saya lewat sosial media. Berarti, jika di hubungkan dengan teori media, itu ada yang namanya third person theory , yang berarti lebih mempercayai pendapat orang lain dari diri sendiri. Karena sebelumnya saya hanya sekedar tahu lagu ini, namun saat teman saya membawakan atau menyanyikan lagu ini kemudian saya lebih meyakinkan bahwa lagu ini bagus dan menarik untuk di dengar lebih lanjut. Jadi, media massa dimanfaatkan pada saat individu lain menyarankan suatu konten di dalam media massa berupa lagu “ Dear No One ” dan kemudian individu lain tertarik untuk mendengarkan lagu tersebut. Kesan pertama yang saya dapatkan dari lagu ini dimana memiliki i...