Pendapat Komunikasi Massa Menurut Para Ahli.
Komunikasi
adalah suatu kegiatan yang selalu digunakan oleh makhluk hidup, baik itu di
dalam alam bawah sadar mereka ataupun secara sadar dalam kehidupan sehari hari .
Kegiatan komunikasi yang sering tampak adalah kegiatan komunikasi antar
manusia. Semakin majunya teknologi di era saat ini, semakin maju juga proses
komunikasi yang terjadi di dalam suatu masyarakat. Contohnya adalah adanya
komunikasi massa.
Komunikasi
massa itu sendiri memiliki pengertian secara umum yaitu komunikasi massa berasal dari
istilah bahasa Inggris, mass communication Artinya, komunikasi yang menggunakan media massa atau
komunikasi yang mass mediated. Komunikasi dapat dipahami sebagai proses
penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada orang lain dengan menggunaka
sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku penerima pesan.
Sedangkan Massa mengandung
pengertian orang banyak, mereka tidak harus berada di lokasi tertentu yang
sama, mereka dapat tersebar atau terpencar di berbagai lokasi, yang dalam waktu
yang sama atau hampir bersamaan dapat memperoleh pesan-pesan komunikasi yang
sama.Jadi Komunikasi Massa adalah
(ringkasan dari) komunikasi melalui media massa (communicating with media),
atau komunikasi kepada banyak orang (massa) dengan menggunakan sarana media.
Terdapat beberapa pendapat
para tokoh mengenai pengertian komunikasi massa ini, antara lain :
1. Menurut Bittner
Definisi komunikasi massa yang paling sederhana
dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat,seperti yang disitir Komala, dalam
karnilh, dkk.1999), yakni:
komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada
sejumlah besar orang (mass communication is messages communicated through a
mass medium to a large number of people). Dari definisi tersebut dapat
diketahui bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa. Jadi
sekalipun komunikasi itu disampaikan kepada khalayak yang banyak, seperti rapat
akbar di lapangan luas yang dihadiri oleh ribuan, bahkan puluhan ribu orang,
jika tidak menggunakan media massa, maka itu bukan komunikasi massa. Media
komunikasi yang termasuk media massa adalah radio siaran, dan televisi-
keduanya dikenal sebagai media elektronik; surat kabar dan majalah- keduanya
disebut dengan media cetak; serta media film. Film sebagai media komunikasi massa
adalah film bioskop.
2. Menurut Gebner
Definisi komunikasi massa yang lebih rinci dikemukakan
oleh ahli komunikasi yang lain, yaitu Gebner. Menurut Gerbner (1967) “Mass
communication is the tehnologically and institutionally based production and
distribution of the most broadly shared continous flow of messages in
industrial societes”. (Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang
berlandaskan teknologi lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas
dimiliki orang dalam masyarakat indonesia (rakhmat, seperti yang dikutip
Komala, dalam Karnilah, dkk.1999).
Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa
itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut
disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam
jarak waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan.
Proses memproduksi pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus
oleh lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa
akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.
3. Menurut Meletzke
Definisi
komunikasi massa dari Meletzke berikut ini memperlihatkan massa yang satu arah
dan tidak langsung sebagai akibat dari penggunaan media massa, juga sifat
pesannya yang terbuka untuk semua orang. Dalam definisi Meletzke, komunikasi
massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi yang menyampaikan pernyataan
secara terbuka melalui media penyebaran teknis secara tidak langsung dan satu
arah pada publik yang tersebar (Rakhmat seperti yang dikutip dalam Komala,
dalam Karlinah. 1999). Istilah tersebar menunjukkan bahwa komunikan sebagai
pihak penerima pesan tidak berada di suatu tempat, tetapi tersebar di berbagai
tempat.
4. Menurut Freidson
Definisi
komunikasi massa menurut Freidson dibedakan dari jenis komunikasi lainnya
dengan suatu kenyataan bahwa komunikasi massa dialamatkan kepada sejumlah
populasi dari berbagai kelompok, dan bukan hanya satu atau beberapa individu
atau sebagian khusus populasi. Komunikasi massa juga mempunyai anggapan
tersirat akan adanya alat-alat khusus untuk menyampaikan komuniaksi agar
komunikasi itu dapat mencapai pada saat yang sama semua orang yang mewakili
berbagai lapisan masyarakat. (Rakhmat seperti yang dikutip dalam Komala, dalam
Karlinah. 1999).
Bagi
Freidson, khalayak yang banyak dan tersebar itu dinyatakan dengan istilah
sejumlah populasi, dan populasi tersebut merupakan representasi dari berbagai
lapisan masyarakat. Artinya pesan tidak hanya ditujukan untuk sekelompok orang
tertentu, melainkan untuk semua orang. Hal ini sesungguhnya sama dengan istilah
terbuka dari Meletzke. Freidson dapat menunjukkan ciri komunikasi massa lain
yaitu dengan adanya unsur keserempakan penerimaan pesan oleh komunikan, pesan
dapat mencapai pada saat yang sama kepada semua orang yang mewakili berbagai
lapisan masyarakat. Karena dalam proses komunikasi massa ada sifat keserempakan
dalam penerimaan pesan.
5. Menurut Wright
Wright
mengemukakan definisinya sebagai berikut: “This new form can be distinguished
from older types by the following major characteristic: it is directed toward
relatively large, heterogeneus, and anonymous audiences; messages
aretransmitted publicly, often-times to reach most audience member
simultaneously, and are transeint in character; the communicator tends to be,
or to operate whitin, a complex organization thet may involve great expense” (Rakhmat
seperti yang dikutip dalam Komala, dalam Karlinah. 1999).
Menurut
Wright, bentuk baru komunikasi dapat dibedakan dari corak-corak yang lama
karena memiliki karakteristik utama sebagai berikut: diarahkan pada khalayak
yang relatif besar, heterogen dan anonim; pesan disampaikan secara terbuka,
seringkali dapat mencapai kebanyakan khalayak secaraserentak, bersifats ek ila
s (khusus untuk media elektronik, seperti siaran radio siaran dan televisi).
Seperti halnya Gerbner yang dikemukakan bahwa komunikasi massa itu akan
melibatkan lembaga, maka Wright secara khusus mengemukakan bahwa komunikator
bergerak dalamorganisasi yang kompleks.
6. Menurut
Joseph A. Devito
Komunikasi
massa adalah komunikasi yang di tunjukan kepada massa, kepada khalayak yang
luar biasa banyaknya. Ini tidak berarti bahwa khalayak meliputi seluruh
penduduk atau semua orang membaca atau semua orang yang menonton televisi,
agaknya ini tidak berarti pulabahwa khalayak besar dan pada umumnya agak sukar
untuk didefinisikan. Kedua, komunikasi massa adalah komunikasi yang di salurkan
oleh pemancar- pemancar yang audio dan atau visual. Komunikasi massa barangkali
akaan lebih mudah dan lebih logis bila di definisiksn bentuknya (radio,
televisi, surat kabar, majalah, film, buku dan pita.
7. Menurut Jay Black dan Frederick C (Nurdin,
2004)
Mereka
menyatakan bahwa
komunikasi massa adalah sebuah proses dimana pesan-pesan yang diproduksi secara
massal/tidak sedikit itu disebarkan kepada massa penerima pesan yang luas,
anonim, dan heterogen. Luas disini berarti lebih besar daripada sekedar
kumpulan orang yang berdekatan secara fisik sedangkan anonim berarti individu
yang menerima pesan cenderung asing satu sama lain. Heterogen berarti pesan
dikirim kepada orang-orang dari berbagai macam status, pekerjaan, dan jabatan
dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain dan bukan penerima pesan yang
homogen.
8. Menurut Jalaludin Rakhmat
Pengertian
komunikasi massa yang cukup mudah dimengerti dikemukakan Jalaludin Rakhmat,
yang mengartikan komunikasi massa sebagai jenis komunikasi yang ditujukan
kepada sejumlah besar khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melalui
media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara
serentak dan sesaat (Karlinah, dkk, 1999)
Sumber :
Komentar
Posting Komentar